• MA NEGERI 2 TULUNGAGUNG
  • CERDIK BERSEMI BERBUDAYA LINGKUNGAN SEHAT
  • admin@man2tulungagung.sch.id
  • (0355)321817
  • <
  • Pencarian

TikTok Bikin Ceria Saat di Rumah Saja

Oleh : Nila Nafisatul Bashiroh Kelas XII IPS 2

 

// Nungguin ya//

// Cinta ku bukan diatas kertas//

// Cintaku getaran yang sama.//

// Tak perlu dipaksa//

// Tak perlu dicari//

// Karna ku yakin ada jawabnya...//

 

            Diiringi alunan  musik yang rancak, lirik lagu yang biasa dilantunkan Siti Nurhaliza itu terdengar menderu dari speaker perangkat smartphone. Bersamaan diputarnya lagu itu, beberapa anak kecil tampak berjoged ria.Seru banget kelihatannya. Dengan durasi yang hanya hitungan detik, kreasi video itu menjadi menarik ditonton. Bukan hanya lucu yang membikin tertawa lepas. Tapi, tayangan ala TikTok ini juga asyik disimak. Setidaknya, untuk pengisi waktu luang. Ya, waktu luang saat  menjalankan protokol Covid-19 : Di Rumah Saja alias stay at home.

            Itulah hiburan kekinian yang dikemas menggunakan aplikasi TikTok. Ketika rebahan menjadi kebiasaan baru di era stay at home,alunan musik dipadu gerakan itu, menjadi alternatif pengusir kejenuhan. Bahkan, ketika kegabutan semakin mendera akibat pandemi, banyak anak-anak dan remaja zaman nowyang memanfaatkan aplikasi populer itu. Membuat konten kreatif. Hitung-hitung, biar kegabutan berubah menjadi kegembiraan.

            Adalah Keysia (12), warga Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Dengan jiwa rebahannya, dia mengusir jenuh dengan membuka TikTok disaat apapun. Dia tidur sendirian dengan menghafalkan bebarapa gerakan yang seiringan dengan backgroundlagunya. Itu dilakukan agar bisa membuat video seperti yang ngetop dan populer di aplikasi TikTok.

            “Dengan cara gini, aku jadi bahagia. Jadi seneng, Mbak. Masa berbulan-bulan terus-terusan begini nggak ada kegiatan. Kan lebih menyenangkan melihat dan membuat TikTok,” ujar Keysa sambil menunjukkan layar smartphone berisi konten kreatif TikTok hasil kreasinya, Senin, 10 Agustus 2020 lalu.

            Wah…wah…wah… rupanya berkreasi ala TikiTok telah menjadi jurus jitu untuk membikin bahagia, membikin ceria, saat di rumah saja. Benar juga tuh. Lihat saja, bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini, terlihat bangkit dari tiduran malasnya. Lalu, meletakkan HP kearahnya. Ketika kamera HP menyala, dia berjogedmengkuti alunan musik lagu yang diputarnya. Meskipun harus take berkali-kali, itu bukan alasan untuk tidak membuat konten.

            “ Ya beginilah untuk hiburan kecil tapi bikin semangat. Saat di rumah saja, kita sebagai masyarakat hanya bisa mematuhi protokol kesehatan demi kebaikan negara dan bangsa. Hiburan kecil inipun sudah cukup memberikan keceriaan walau terkadang sampai lupa jika baterai HP sudah habis,” tutur Keysia.

            Seketika matanya mengarah kepada video TikTok yang lainyang dikenal sebagai efek zoom face. Ia selalu begegas untuk segera menghafalkan lagu. Membuat video itu dengan cara merekam dan mimik lagu ditirukan. Inilah yang sering disebut dengan lip sync. Menurutnya,TikTok sudah lebih menghibur dibanding dengan main keluar rumah di musim pandemic Covid-19 yang sangat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

            ‘’Hampir setiap hari saya selalu membuka TikTok dan menirukan gaya atau gerakan yang lagi hits di setiap waktu. Di TikTok juga ada hal-hal yang bermanfaat. Contohnya beberapa tips-tips,tutorial dan sebagainya,’’ terang Keysia lagi.

            Meski begitu, bocah perempuan kelas 6 SD itu selalu bisa membagi waktunya untuk belajar online, mengajidan TikToK. Sebab, TikToK merupakan sarana refreshing kecil-kecilan untuk menghindari kejenuhan di saat menjalankan anjuran di rumah saja. Itulah sebabnya, ketika mendengar ada beberapa lagu baru dengan gerakan baru, si bocah perempuan itu langsung bergegas mempelajarinya. Hitung-hitung supaya tidak ketinggalan zaman di era TikTok.

            “Ketika mendengar lagu baru dengan gerakan baru, saya langsung belajar agar tidak tertinggal dengan yanglain. Ya…walau kadang yang like cumin dikit, tapi sih itu bukan berarti kita gak semangat bikin konten lagi,” jelas Keysia dengan    nada bangga.

 

            Keysia bukan satu-satunya anak yang gemar ber-TikTok ria saat stay at home. Banyak anak-anak zaman kekinian yang juga melakukan aktifitas serupa. “ Saya juga menghilangkan gabut dengan bermain TikTok,” terang Yuriska Putri (17), salah seorang gadis cantik asal Riau saat dihubungi melalui media sosialnya. Senin (17/8/2020).

            “ TikTok sangat bermanfaat, jadinya bisa sekalian olahraga, tau gak kenapa? Karena ngafalin gerakan dance butuh tenaga biar apal. Di TikTok gak dance aja, pintar masak bisa juga banyak tutorialnnya,” papar dia.

            Di TikTok, tambah Yuriska, dia juga bisa dapat ilmu tentang medis, karena yang main TikTok bukan anak alay semua. Dari kecil sampai tua juga ada. “Semua lengkap di TikTok. Intinya tetap tergantung pemakai bagaimana mengkondisikan atau menggunakannya,” terangnya.

            Di dunia TikTok, seseorang yang memiliki views sebanyak 427.000 dan like terbanyak 51.100 dalam tiga bulan, sanggat mengagumkan. Dia dikenal sebagai gudang zoom face. Ada beberapa efek di TikTok, salah satunya adalah zoom face.

            Adalah Dhimas Haidar , cowok berusia 15 tahun asal Mataram. Awalnya dia suka TikTok karena aplikasi ini lagi hitz di saat musim stay at home . “Jadi berawal dari kegabutan, nah aku mulai PD. Buat TikTok ah. Dan pada akhirnya ada berapa video yang FYP otomatis tambah semangat lagi dong,” ujar Dimas saat dihubungi via media sosialnya.FYP adalah for your page. Istilah yang berarti masuk beranda ini sudah dikenal kalangan anak TikTok.

            TikTok bukan hanya tempat untuk bikin konten joget. Tapi juga banyak kontenmendidik disajikan dalam TikTok. Misalnya, TikTok berkonten cara memasak, cara berhitung cepat dan bahkan ada konten yang menjelaskan bahwa tulisan di buku tulis dapat diedit hanya dengan memakai HP. Sungguh luar biasa kreasi TikTok zaman sekarang.

            Keysia, Yuriska dan Dimasberpandangan, TikTok menjadi salah satu penyemangat di saat semua orang dihimbau melaksanakan kegiatan dari rumah. Selain itu, TikTok juga untuk mengisi waktu luang agar tetap enjoy menjalani protokol kesehatan.“ Saya juga ngisi waktu dengan Tik Tok, kok,” kata Yuriska yang gemar mengenakan baju warna merah ini.

            Menanggapi kegemaran anak-anak dan remaja mengisi waktu pengusir jenuh dengan TikTok, Musrifah(50), salah satu orang tua yang tinggal di Desa Plosokandang, Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur menuturkan, kegiatan semacam itu masih wajar dilakukan.

            “Yang penting tidak mengarah kepada hal yang merusak moral, akhlakdan juga tidak melupakan pelajaran sekolahnya. Menurut saya, gak papalah anak bermain TikTok karena juga ada hal positif. Ketika anak saya bermain TikTok, saya juga mendampinginya. Alhamdulillah, anak saya tahu batasan kapan dia harus bermain TikTok, belajar, shalat dan lainnya, ujar Musrifah ketika diminati tanggapannya soal banyaknya anak yang mengisi waktu luangdengan ber-TikTok ria.

            Bagaimana maraknya TikTok yang digunakan sebagai jurus membikin keceriaan saat stay at homemenurut pandangan psikologi?Rizqina(19), salah seorang mahasiswa jurusan Psikologidi Universitas Brawijaya, Malang, menilai bahwa bermain TikTok dapat mengurangi kecemasan saat pandemi Covid-19.

            “Main TikTok itu dampaknya bisa mengurangi kecemasan, menambah aktivitas, dan penghilang rasa jenuh pas lagi stay at home,” kata Rizqina ketika diminati tanggapannya mengenai fenomena TikTok dari sudut pandang ilmu Psikologi.

            Disinggung soal efek kecanduan TikTok, Rizqina mengakui jika hal itu dampak psikologisnya juga kurang baik. “Disini peran keluarga sangat penting. Jika ada anak yang bermain TikTok, orang tua harus bisa membimbing, mengarahkan, dan membantu anaknya untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial apapun,”tegasnya.

            Yaiyalah! TikTok adalah teknologi. Jangan biarkan generasi anak bangsa mengejar keceriaan semata dengan bermain TikTok, tapi mereka abai dengan moralitas, akhlak, dan tatakrama. Apalagi sampai abai terhadap ajaran agama. Maka itu, ketika banyak anak mengusir jenuh saat di rumah saja dengan membikin TikTok, mereka perlu pendampingan. Literasi media juga amat diperlukan untuk menyelamatkan anak bangsa.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
LAGI, KARYA ILMIAH SISWA RISET MAN 2 GO NASIONAL

Kab. Tulungagung (MAN 2) – Siswa MAN 2 Tulungagung kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Nasional. Kali ini torehan tersebut diraih oleh siswa dalam kelompok Siswa Ris

15/10/2020 13:48 WIB - HUMAS
GERAKAN AYO MENULIS, SISWA MAN 2 TULUNGAGUNG HASILKAN 7 NOVEL

Kab. Tulungagung (MAN 2) – Meski keberadaan novel hard copy kini perlahan mulai ditinggalkan dan beralih ke versi e-book, novel tetap banyak digandrungi orang yang gemar berimanij

15/10/2020 08:45 WIB - HUMAS
ADAKAN PEMILIHAN KETUA OSIS DI TENGAH COVID-19

  Kab. Tulungagung (MAN 2) – Pandemi Covid-19 tidak menghalangi kegiatan pemilihan ketua OSIS MAN 2 Tulungagung masa bakti 2020/2021. Kegiatan tersebut digelar pada Senin (05

07/10/2020 11:42 WIB - HUMAS
LAGI, TOREHKAN PRESTASI DI TENGAH PANDEMI

Kab. Tulungagung (MAN 2) – Tim  KIR MAN 2 Tulungagung kembali membuktikan, bahwa pandemic Covid-19 tidak menghentikan semangatnya untuk meraih prestasi terbaik hingga kancah

03/10/2020 11:13 WIB - HUMAS
Senyum Mbok Bakul Pasar Senggol di Masa New Normal

Oleh : Salma Nur Azizah             Pagi itu, matahari mulai memancarkan panasnya. Suasana Pasar Senggol sudah mulai berdenyut. Ba

30/08/2020 10:43 WIB - HUMAS
Pizza Naws Melejit Di Masa Pandemi

Hai Dear … ! Pasti kamu akrab banget nih dengan kata kuliner, sesuatu yang akhir-akhir ini menjadi daya tarik paling memikat generasi milenial dan terus menjadi topic hangat di d

29/08/2020 10:51 WIB - HUMAS
Di Balik Layar Budaya Pendidikan Indonesia

Mau  ngeluh  salah  kalau  nggak  ngeluh susah. Sungguh dilema selama musim Corona ini. Coba bayangkan sudah lima bulan mendekam di rumah. Sekolah online semak

24/08/2020 08:43 WIB - HUMAS
Belajar Hari Ini, Sudahkah Kita Merdeka?

Belajar Hari Ini, Sudahkah Kita Merdeka?   Mutakhir ini, isu adanya rencana penghapusan Ujian Nasional atau UN semakin  disoroti. Ya tentu ada pro kontra nya. Ada yang seratu

24/08/2020 08:15 WIB - HUMAS
Menilik Kisah Pelajar di Tengah Darurat Desa Karantina

Menilik Kisah Pelajar di Tengah Darurat Desa Karantina Oleh : Keisha Alayda Fadma XI MIPA 2                 Matahari mul

24/08/2020 08:00 WIB - HUMAS
Tradisi Ngopi Hingga Glokalisasi

Tradisi Ngopi Hingga Glokalisasi Oleh: Fauza Millata Hanifa/XI MIPA 4 “Piye kabare? Isih penak jamanku, toh?” jargon yang dulu, waktu masih memakai seragam merah putih serin

22/08/2020 22:26 WIB - HUMAS