• MA NEGERI 2 TULUNGAGUNG
  • CERDIK BERSEMI BERBUDAYA LINGKUNGAN SEHAT
  • admin@man2tulungagung.sch.id
  • (0355)321817
  • <
  • Pencarian

Keluh Kesah Belajar Daring Anak TK Ngambek Belajar Gegara yang Ngajar Sang Ibu

Keluh Kesah Belajar Daring Anak TK

Ngambek Belajar Gegara yang Ngajar Sang Ibu

Oleh : SOFARINA ROKHMAH/XI BAHASA

 

Mendung tebal menghalangi sang mentari pagi sehingga tak dapat menyinari langit di Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (13/8) lalu. Udara lembap pun menyelimuti seluruh sudut desa. Tanah bekas hujan semalam masih nampak basah, meski tidak becek. Para pejuang rupiah mulai hilir mudik. Memacu kendaraannya melintasi jalan beraspal. Hari itu, kondisi desa terlihat normal di era new normal Pandemi Covid-19.

Berbeda dengan yang dilakukan Siti Tanjung Ri’atin (52) bersama Istikhoroh (52). Hari itu, kedua wanita ini hampir menyelesaikan kegiatan menyapunya. Membersihkan dedaunan yang berserakan di sekitar aula Taman Kanak-Kanak (TK) Siti Masithoh. Dedaunan yang telah disapu pun dikumpulkan di area tersendiri. Membuat aula lebih rapi, dengan beberapa meja kursi tertata rapi. Awalnya, aula ini akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran ketika pandemi Covid-19 mereda. Pada kenyataannya pandemi belum juga usai.

 “Ini rencana awalnya untuk pembelajaran kalau Pandemi berakhir, namun kenyataannya sampai sekarang pandemi belum juga mereda,” ujar Ibu Siti Tanjung Ria’tin sembari mengumpulkan sampah yang berserakan.

Bersamaan dengan itu, suara motor terdengar dari kejauhan. Semakin lama semakin mengeras hingga akhirnya berhenti. Turunlah dari motor gadis kecil yang dikuncir rambutnya. Namanya Ayu Linda (6).  Dia turun dari motor dengan membawa dua buah buku ditangannya sembari melepas masker yang dikenakan. Diikuti oleh seorang yang lebih dewasa berkerudung merah muda di belakangnya.

“Bu Tanjung... Bu Is...,” teriak Ayu mendekati dua orang yang memegang sapu itu. Benar. Ibu Tanjung dan Ibu Istikhoroh adalah guru di TK tersebut. Selama ini, ibu guru itulah yang mendidik dan mengajar Ayu dan kawan-kawan di TK Siti Masithoh.

 

Ibu Istikhoroh mengelus kepala gadis kecil itu. “Bu ngapunten (maaf), Ayu ikut karena di rumah tidak ada yang menemani,” kata Mahmudah (30), ibu dari Ayu. Mendengar itu, Ibu Istikhoroh memakluminya walaupun pada dasarnya anak-anak memang  tidak boleh datang ke sekolah saat Pandemi Covid-19.

 Ayu pun menghampiri meja yang tingginya hampir sama dengannya. Meletakkan buku yang dibawanya di sana. Ibu Istikhoroh mengambil tas yang telah beliau bawa di motornya. Diletakkanlah tas itu di meja lain dan beliau mengambil kursi kecil dan duduk sambil merapikan baju bermotif batik hitam birunya. Diikuti Ibu Mahmudah dengan tetap menjaga jarak aman.

Ibu Istikhoroh mulai mengeluarkan benda di dalam tas oranye itu. Nampak setumpuk majalah TK yang masih baru di sana. Selain majalah ada pula beberapa pil obat dan vitamin.

Iki majalahnya. Nanti untuk halaman yang kosong bisa digambari bebas. Yang seperti ini nanti dihubungkan, dan yang ini diwarnai. Dikerjakan sebisanya dulu. Terus, iki obat cacing dan vitamin dimakan di lain waktu,” terang Ibu Istikhoroh ketika menyodorkan majalah serta obat dan vitamin yang muncul enam bulan sekali itu.

Memang pada hari itu adalah saat pengambilan tugas oleh guru pada muridnya. Penugasan ini dilakukan setidaknya seminggu sekali atau dua kali dengan jadwal yang telah ditentukan selama pandemi ini. Meski TK tak memperbolehkan anak didik turut hadir dalam pengambilan tugas, tetapi ada beberapa alasan yang tidak diduga menyebabkan mereka harus ikut pergi ke TK. “Ya..namanya anak. Tapi harus tetap menjaga protokol kesehatan loh ya...,” kata Ibu Istikhoroh.

Tampak Ibu Mahmudah dan Ibu Istikhoroh berbincang-bincang. Keduannya membicarakan perkembangan Ayu dalam kegiatan pembelajaran dari rumah. “Terkadang Ayu sangat susah untuk diajari bu. Seperti tidak mau menurut kalau saya yang ngajar. Dia juga sering mengajak bermain,” ujar Ibu Mahmudah sedikit bingung untuk mengatasi masalahnya ketika pembelajaran dari rumah.

Tidak dapat dipungkiri menjadi guru bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Apalagi di kalangan anak-anak yang seumuran dengan Ayu, yang dunianya masih sangat suka bermain.”Yah...beginilah mendidik anak-anak,” tandas Ibu Mahmudah.

Tak lama kemudian datang beberapa orang tua lain. Sama seperti Ibu Mahmudah, orang tua yang lain mengumpulkan tugas yang sebelumnya diberikan. Lalu menghampiri Ibu Istikhoroh untuk menerima majalah dan penjelasannya, obat, dan vitamin.

Beberapa orang tua lain pun juga mencurahkan keluh kesah pembelajaran jarak jauh. Keluhannya tak jauh seperti Ibu Mahmudah. Ada pula beberapa anak yang susah untuk dikenalkan dengan huruf dan angka. Meskipun di TK belum diajarkan membaca dan menghitung, tetapi anak-anak mulai diajari untuk mengenal huruf dan angka sejak TK.

Uniknya lagi saat belajar dari rumah, ada juga anak yang ngambek belajar alias tidak mau melakukan apa-apa gegara yang mengajar sang ibu di rumah. Umumnya, anak TK mau belajar jika yang memerintah langsung ibu guru TK-nya. Alhasil, tugas-tugas itu akhirnya yang mengerjakan orang tuanya, meski pihak TK tidak mengharuskan untuk mengumpulkan tugas tepat waktu.

Meskipun tidak lama di TK, banyak orang tua yang membicarakan susahnya pembelajaran dari rumah. “Memang secanggih apapun teknologi masih lebih enak untuk pembelajaran tatap muka mbak. Apalagi di TK ini juga ada orang tua yang tidak memiliki HP. Jadi masih susah untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Terus dalam usia anak-anak ini sangat dibutuhkan pendampingan ekstra, bukan hanya orang tua saja tetapi guru juga iya,” kata Ibu Tanjung menjelaskan.

Di sisi lain, diakui Ibu Istikhoroh, kebanyakan tenaga pengajar di TK Siti Masithoh juga orang-orang yang sudah tua. “Jadi ada yang masih sedikit gaptek gitu mbak. Dan kita harus tetap mengikuti peraturan pemerintah untuk tidak mengadakan kegiatan pembelajaran secara tatap muka terlebih dahulu,” tambah Ibu Istikhoroh. Memang sejak awal pembelajaran dari rumah ini, telah menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat di Indonesia.

Selain itu, di bulan Agustus 2020 ini, banyak kegiatan-kegiatan rutin di Desa Boro, yang melibatkan TK Siti Masithoh untuk merayakan Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia, akhirnya harus dibatalkan. Seperti kegiatan lomba-lomba Agustusan untuk anak-anak TK, yang biasanya dilanjutkan dengan bazar, dimana karya-karya orang tua murid seperti makanan atau kain-kain batik dipamerkan dan diperjual belikan.

Lalu ada panggung gembira tempat para anak didik menampilkan kesenian-kesenian yang ada di Indonesia. Dan yang terakhir adalah pawai. Semua dibatalkan demi keamanan bersama. Sebagai gantinya, anak-anak diberi tugas. “Untuk anak-anak TK membuat bendera merah putih kecil dari rumah masing-masing serta menghimbau orang tua agar mengajak anak didik turut mengambil sikap sempurna dan memberi penghormatan untuk sang saka merah putih, pada jam 10.17 WIB 17 Agustus 2020,” kata Ibu Tanjung dengan tersenyum. (SOFARINA ROKHMAH/XI BAHASA)

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
LAGI, KARYA ILMIAH SISWA RISET MAN 2 GO NASIONAL

Kab. Tulungagung (MAN 2) – Siswa MAN 2 Tulungagung kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Nasional. Kali ini torehan tersebut diraih oleh siswa dalam kelompok Siswa Ris

15/10/2020 13:48 WIB - HUMAS
GERAKAN AYO MENULIS, SISWA MAN 2 TULUNGAGUNG HASILKAN 7 NOVEL

Kab. Tulungagung (MAN 2) – Meski keberadaan novel hard copy kini perlahan mulai ditinggalkan dan beralih ke versi e-book, novel tetap banyak digandrungi orang yang gemar berimanij

15/10/2020 08:45 WIB - HUMAS
ADAKAN PEMILIHAN KETUA OSIS DI TENGAH COVID-19

  Kab. Tulungagung (MAN 2) – Pandemi Covid-19 tidak menghalangi kegiatan pemilihan ketua OSIS MAN 2 Tulungagung masa bakti 2020/2021. Kegiatan tersebut digelar pada Senin (05

07/10/2020 11:42 WIB - HUMAS
LAGI, TOREHKAN PRESTASI DI TENGAH PANDEMI

Kab. Tulungagung (MAN 2) – Tim  KIR MAN 2 Tulungagung kembali membuktikan, bahwa pandemic Covid-19 tidak menghentikan semangatnya untuk meraih prestasi terbaik hingga kancah

03/10/2020 11:13 WIB - HUMAS
Senyum Mbok Bakul Pasar Senggol di Masa New Normal

Oleh : Salma Nur Azizah             Pagi itu, matahari mulai memancarkan panasnya. Suasana Pasar Senggol sudah mulai berdenyut. Ba

30/08/2020 10:43 WIB - HUMAS
Pizza Naws Melejit Di Masa Pandemi

Hai Dear … ! Pasti kamu akrab banget nih dengan kata kuliner, sesuatu yang akhir-akhir ini menjadi daya tarik paling memikat generasi milenial dan terus menjadi topic hangat di d

29/08/2020 10:51 WIB - HUMAS
TikTok Bikin Ceria Saat di Rumah Saja

Oleh : Nila Nafisatul Bashiroh Kelas XII IPS 2   // Nungguin ya// // Cinta ku bukan diatas kertas// // Cintaku getaran yang sama.// // Tak perlu dipaksa// // Tak perlu dicari// //

25/08/2020 08:54 WIB - HUMAS
Di Balik Layar Budaya Pendidikan Indonesia

Mau  ngeluh  salah  kalau  nggak  ngeluh susah. Sungguh dilema selama musim Corona ini. Coba bayangkan sudah lima bulan mendekam di rumah. Sekolah online semak

24/08/2020 08:43 WIB - HUMAS
Belajar Hari Ini, Sudahkah Kita Merdeka?

Belajar Hari Ini, Sudahkah Kita Merdeka?   Mutakhir ini, isu adanya rencana penghapusan Ujian Nasional atau UN semakin  disoroti. Ya tentu ada pro kontra nya. Ada yang seratu

24/08/2020 08:15 WIB - HUMAS
Menilik Kisah Pelajar di Tengah Darurat Desa Karantina

Menilik Kisah Pelajar di Tengah Darurat Desa Karantina Oleh : Keisha Alayda Fadma XI MIPA 2                 Matahari mul

24/08/2020 08:00 WIB - HUMAS